Selasa, 21 Oktober 2008

Perlunya Pendidikan Keluarga Melalui metode Pembelajaran

Keluarga merupakan faktor terpenting bagi kelangsungan hidup anak. Seorang anak selalu membutuhkan keluarga kapanpun dan dimanapun. Orang tua memberikan peranan paling penting dalam pembentukan kepribadian anak dan pendidikan mereka termasuk cara belajar anak.

Sekolah merupakan tempat anak menempuh pendidikan formal. Sebagian waktu anak dihabiskan di sekolah. Sekolah juga merupakan faktor penting bagi pembentukan masa depan anak. Di sekolah inilah anak mempelajari berbagai ilmu yang berguna bagi mereka di masa yang akan datang. Akan tetapi, sistem belajar di sekolah saat ini lebih merusak dari pada mencerdaskan mereka. Sistem belajar mereka hanya mengejar nilai saja bukan pada substansi pelajaran itu sendiri. “Tujuan metode belajar di negeri kita ini lebih banyak diktean guru menyampaikan bahan/materi (pokok bahasan) secara verbal untuk nanti diujikan, padahal ujian itu telah menjadi otoritas guru di sekolah. Maka kerja belajar lebih banyak menghafal apa yang didektekan guru”(Ali, 2005: 14).

Untuk itu sebagai orang tua, haruslah mendampingi mereka dalam proses belajar di rumah dan perlu adanya pendidikan keluarga. Orang tua haruslah menerapkan metode belajar tersendiri bagi anak yang mengacu pada kepribadian, mental masa depan anak nantinya.

Langkah-Langkah Membangun Metode Belajar Keluarga

Melaksanakan sistem belajar sepanjang hayat. Istilah ini bukan berati seluruh hidup mereka selalu dihabiskan di bangku sekolah. Memberikan pemahaman mengenai makna belajar itu sangat penting. Selain itu, belajar tidak hanya dilakukan di dalam ruangan, memakai seragam, mendengarkan guru dan melaksanakan ujian. Akan tetapi, belajar dapat dilakukan melalui pengalaman hidup dan masalah-masalah yang terjadi. Ali (2005:3) menjabarkan “Belajar berarti memfungsikan hidup. Orang yang tidak belajar berarti telah kehilangan hidup sebagai manusia.”

Selain itu, penerapan pembelajaran multikultur juga sangat penting. Ditambah lagi, kita merupakan bangsa yang multikultur sehingga belajar dari kehidupan adalah poin yanga penting. Darnela ( 2006:2) menjelaskan “Pembelajaran multikultur ini menjadi sanagat penting untuk digunakan mengingat proses belajar adalah sesuatu yang tidak ada hentinya sepanjang masa hidup (long life education) sehingga bisa dipastikan bahwa tidak ada manusia yang tamat dari sekolah kehidupan.”

Memupuk motivasi anak. Motivasi haruslah dimiliki setiap anak terutama motivasi belajar. Adanya motivasi dalam diri kita yaitu sebagai penyemangat dan langkah awal untuk menapaki proses belajar karena motivasi merupakan pendorong kita agar lebih giat. Sebagai orang tua, berikan semangat kepada mereka agar mereka berpikir positif terhadap masa depan mereka sendiri. Motivasi merupakan kekuatan yang ada dalam diri seseorang sebagai pendorong untuk bertindak secara khas (Davies, 1991: 214).

Terapkan kedisiplinan pada anak agar mereka bisa mengatur waktu mereka sendiri. Pengendalian waktu sangat penting bagi mereka saat ini maupun di masa yang akan datang . Memupuk sikap disiplin bagi anak sejak dini akan membentuk pribadi anak. Salam menjabarkan bahwa pengontrolan waktu dan kedisiplinan membawa banyak manfaat baik akademis, fisik, maupun mental ( 2004: 12).

Buatlah suasana belajar yang nyaman bagi anak. Jangan terlalu serius ataupun terlalu santai dalam melaksanakan proses belajar. Suasana yang tenang dan nyaman serta menyenangkan akan membuat anak merasa senang dan betah belajar. Deporter dan Hernacki (2003:8) menjelaskan “Kami yakin bahwa, agar efektif, belajar dapat dan harus menyenangkan.”

Menata lingkungan belajar. Tempat anak belajar juga mempengaruhi kenyamana mereka. Lingkungan belajar yang kotor akan membuat anak tidak nyaman dan resah dalam belajar.

Kenalilah cara belajar anak. Majid menjelaskan bahwa tidak adanya penguasaan cara- cara belajar selain tingkat kecerdasan rendah atau faktor- faktor kesehatan (2006: 233). Cara belajar merupakan salah satu poin utama untuk pengembangan kinerja dalam situasi dan lingkungan apapun sehingga anak dapat dengan mudah beradaptasi. Deporter dan Hernacki (2003:111) menjelaskan “Cara belajar anda adalah kombinasi dari bagaimana anda menyerap, lalu mengatur dan mengolah informasi.” Apabila anak kurang mengetahui gaya belajar mereka, itu akan berpengaruh pada kehidupan mereka di masa depan. Mereka akan susah dalam menerima pelajaran di sekolah atau mereka akan malas.

Dari beberapa poin diatas, jelaslah pendidikan keluarga sama pentingnya dengan pendidikan sekolah karena sebagian besar waktu anak dihabiskan dirumah.

Tidak ada komentar: